MAKALAH SUMBER BAHASA INDONESIA (B.Indonesia)


BAB I
LATAR BELAKANG

Bahasa Indonesia memiliki peran penting di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Peran tampak di dalam kehidupan bermasyarakat di berbagai wilayah tanah tumpah darah Indonesia. . Komunikasi perhubungan pada berbagai kegiatan masyarakat telah memanfaatkan bahasa Indonesia di samping bahasa daerah sabagai wahana dan piranti untuk membangun kesepahaman, kesepakatan dan persepsi yang memungkinkan terjadinya kelancaran pembangunan masyarakat di berbagai bidang Bahasa Indonesia sebagai milik bangsa, dalam perkembangan dari waktu ke waktu telah teruji keberadaannya, baik sebagai bahasa persatuan maupun sebagai resmi Negara.
Bahasa mengalami perubahan sejalan dengan perubahan yang terjadi di dalam masyarakat penuturnya. Bahasa digunakan sebagai sarana ekspresi dan komunikasi dalam kegiatan kehidupan manusia, seperti dalam bidang kebudayaan, ilmu, dan teknologi.. Seiring dengan perkembangan zaman, kebudayaan dan ilmu serta teknologi berkembang sedemikian rupa. Bahasa Indonesia pun berkembang mengikuti perkembangan tersebut. Pesatnya perkembangan kebudayaan, ilmu dan teknologi di dunia Barat membawa pengaruh terhadap perkembangan bahasa Indonesia, khususnya di bidang kosakata/ peristilahan.
Oleh karena itu tidak boleh meremehkan bahasa Indonesia, karena bahasa Indonesia mempunyai kedudukan sangat penting dalam diri dan dalam bangsa Indonesia.



BAB II
PERMASALAHAN

1.    Darimana sumber bahasa Indonesia?
2.    Bagaimana peranan bahasa Indonesia dalam kehidupan berbangsa?
3.    Bagaimana kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia?
4.    Apa fungsi bahasa sebagai alat komunikasi?
BAB III
PEMBAHASAN

A.   Sumber Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa melayu yang sejak dulu di pakai sebagai bahasa perantara di hampir seluruh Asia Tenggara. Dan kedudukan bahasa Indonesia  sangat penting karena sesuai dengan sumpah pemuda yang berbunyi kami putra putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Dan bahasa Indonesia mempunyai fungsi sebagai;
a.     lambang kebangsaan
b.    lambang identitas nasional
c.     alat perhubungan antar warga
d.    alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya.
Bahasa Indonesia hingga kini menjadi perisai pemersatu yang belum pernah dijadikan sumber permasalahan oleh masyarakat pemakainya yang berasal dari berbagai ragam suku dan daerah. Hal ini dapat terjadi, karena bahasa Indonesia dapat menempatkan dirinya sebagai sarana komunikasi efektif.
Dengan demikian bahasa Indoensia dan juga bahasa daerah memiliki peran penting di dalam memajukan pepmbangunan masyarakat di dalam berbagai aspek kehidupan. Peran bahasa Indoensia dan bahasa daerah semakin penting di dalam era otonomi daerah. Penyelenggaraan otonomi daerah yang dilaksanakan dengan prinsip-prinsip demokrasi, peran serta masyarakat, akan mendorong dan menumbuhkan prakarsa dan kreativitas daerah.
Bahasa Indonesia zaman sekarang menurut saya sudah tergeserkan oleh bahasa–bahasa asing, seperti bahasa inggris. oleh karena itu kita sebagai masyarakat Indonesia harus melestarikan bahasa kita dengan tidak mencampurkan bahasa Indonesia dengan  bahasa lain, dengan kata lain pemerintah juga harus ikut berpartisipasi dalam menggunakan bahasa, seperti halnya  pemerintah saat berpidato, sering saya dengar pemerintah berpidato mengikutcampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing.
Selain pemerintah, masyarakat kita juga harus menyadari bahwa penggunaan bahasa asing dapat merusak bahasa asli kita yaitu bahasa Indonesia,
Para pencipta lagu juga sering mengabaikan penggunaan bahasa yang baik,Mereka menulis lagu dengan kata-kata yang menurut mereka baik, selain itu Dalam kehidupan sehari-hari biasanya anak remaja zaman sekarang berbicara sesuka dirinya sendiri, tanpa memikirkan permasalahan penggunaan  dalam  berbahasa, contohnya anak remaja biasanya lebih memilih bahasa yang menurut dia adalah bahasa moderen, seperti bahasa “gaul” katanya, contohnya; elu, gue dan masih banyak lagi yang biasanya kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa gaul dan bahasa asing sebenarnya boleh kita pakai asal kita bisa menjaga nama baik bahasa Indonesia itu sendiri.

B.   Peranan Bahasa Indonesia dalam Kehidupan Berbangsa  
Bahasa adalah alat komunikasi bagi manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Hal ini merupakan fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan status dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status bahasa tidak dapat ditinggalkan.
Bahasa mempunyai fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, karena dengan menggunakan bahasa seseorang juga dapat mengekspresikan dirinya, fungsi bahasa sangat berabagam. Bahasa digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi, selain itu bahasa juga digunakan sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial.
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bahasa memang sangat penting digunakan. Karena bahasa merupakan simbol yang di hasilkan menjadi alat ucap yang biasa digunakan oleh sesama masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari hampir semua aktifitas kita menggunakan bahasa. Baik menggunakan bahasa secara lisan maupun secara tulisan dan bahasa tubuh. Bahkan saat kita tidur pun tanpa sadar kita menggunakan bahasa.
Bahasa juga merupakan media untuk menyampaikan pesan atau informasi dari satu individu kepada individu lain atau lebih.

C.   Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
Bahasa adalah aspek penting di dalam kehidupan sosial. Hal ini karena bahasa merupakan alat komunikasi yang paling utama. Sebagai alat komunikasi bagi masyarakat Indonesia, bahasa Indonesia sering kali diperlakukan semena-mena. Hal ini disebabkan karena masyarakat Indonesia sebagai pemakai bahasa, tidak memberikan perhatian khusus untuk mendalami dan mempelajari bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang hidup, artinya selalu berubah sesuai dengan keperluan pemakainya. Mendalami dan mempelajari bahasa Indonesia tidak bertujuan untuk mencegah perubahan itu, namun bertujuan agar bahasa Indonesia tetap dapat dipakai sebagaimana fungsi dan kedudukannya. Untuk itu, kita perlu memahami kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia terlebih dahulu.
Pada dasarnya kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia telah tercantum di dalam butir ketiga Sumpah Pemuda 1928 dan pasal 36 UUD 1945. Dengan demikian apa yang akan dibahas berikut ini merupakan penjelasan singkat dari keduanya.
1)    Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Indonesia
Merupakan isi dari butir ketiga Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang berbunyi,“Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.
Bahasa Indonesia yang merupakan turunan dari bahasa Melayu-Riau ditempatkan sebagai bahasa persatuan, bahasa nasional. Hal ini berkaitan dengan keadaan sosial geografis Indonesia yang beragam suku dan bahasa serta wilayahnya yang berpulau-pulau. Keberagaman ini memerlukan satu bahasa agar setiap individu Indonesia dapat saling berkomunikasi satu sama lainnya. Oleh karena itu, kehadiran bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional merupakan berkah bagi bangsa. Berkah, karena bahasa Indonesia mengandung fungsi-fungsi seperti berikut ini:
    1. Lambang kebanggaan nasional
Sebagai lambang kebanggaan nasional, bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial budaya luhur bangsa kita. Bahasa Indonesia yang kita pakai sekarang, merupakan bahasa yang telah memenuhi syarat untuk segala keperluan berbahasa. Dan ironisnya masih banyak masyarakat yang dihinggapi rasa rendah diri dan malu, sehingga merasa lebih terhormat, modern, dan terpelajar jika dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis, menyelipkan beragam bahasa asing yang mungkin hanya ia tahu sepotong saja dan padahal sudah ada padanannya di dalam bahasa Indonesia.
Misalnya kalimat,”Sorry, deadline buat upload tugasnya dicepetin jadi tanggal 10 Oktober dan jadual mata kuliahnya diganti”. Kata-kata yang dicetak miring adalah kata-kata asing yang sering kita selipkan bersama bahasa Indonesia di dalam kehidupan sehari-hari. Padahal kata-kata asing tersebut sudah ada padanannya. Seperti kata “upload” yang dipadankan dengan kata “unggah”; kata “sorry” yang sepadan dengan kata “maaf”; kata “deadline” dengan kata“batas waktu”. Selain itu, terdapat kata-kata bergaris bawah, merupakan bentuk kata-kata tak baku yang juga sering kita pakai, bukan?
Oleh karena itu, sebagai wujud kebanggaan kita terhadap bahasa Indonesia, kita harus memakainya tanpa ada rasa rendah diri dan malu. Kita harus bangga memakainya dengan mempelajari dan mengembangkannya. Kalau bukan kita sebagai generasi penerus, lalu siapa lagi?
b.    Lambang identitas nasional
Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia merupakan lambang bangsa Indonesia, selain bendera dan lagu kebangsaan. Bahasa Indonesia memiliki ciri yang berbeda dengan bahasa-bahasa lainnya di dunia. Ciri khas ini mencerminkan nilai-nilai sosial budaya bangsa kita dan menjadi identitas nasional.
Sebagai contoh, di dalam sistem bahasa Indonesia tidak mengenal perubahan bentuk untuk menyatakan waktu seperti pada bahasa lain. Untuk menyatakan waktu, hanya cukup menambahkan kata “sedang”,”sudah”,”belum”,”akan”,”kemarin”,atau lain-lain tergantung kebutuhan. Bahasa Indonesia pun tidak serumit bahasa lainnya yang memerlukan identifikasi gender untuk kata benda; maskulin, feminin atau netral. Mungkin bila seseorang mempelajari bahasa Indonesia dari nol, kesulitan terbesarnya adalah ketika mempelajari bab imbuhan; awalan, sisipan, dan akhiran.
Seperti yang diungkapkan di atas bahwa bahasa Indonesia memiliki identitasnya sendiri sehingga dapat melengkapi identitas ke-Indonesia-an yang lainnya. Namun demikian, identitas yang telah dimiliki oleh bahasa Indonesia dapat hilang apabila secara terus-menerus bangsa Indonesia, sebagai pemakainya, tidak membina dan mengembangkannya sesuai kaidah berbahasa Indonesia. Oleh karena itu, kita bertanggung jawab supaya identitas nasional tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
c.    Alat pemersatu berbagai-bagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial budaya dan bahasanya
Indonesia merupakan sebuah nasion yang terdiri dari beragam suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda-beda. Dengan bahasa Indonesia, keragaman itu dipeluk dan menjadi satu kesatuan bangsa. Di sini, bahasa Indonesia bisa menjalankan fungsinya sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia. Kehadiran bahasa Indonesia dapat dianggap sebagai pelindung sentimen kedaerahan dan penengah ego kesukuan.
Sebagai alat pemersatu berbagai-bagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial budaya dan bahasanya, bahasa Indonesia mampu menyerasikan hidup sebagai bangsa yang bersatu tanpa meninggalkan identitas kesukuan dan nilai-nilai sosial budaya serta bahasa etnik yang bersangkutan. Bahasa Indonesia tidak menggilas bahasa daerah, melainkan menguatkan. Banyaknya kosakata dari bahasa-bahasa daerah yang diserap ke dalam bahasa Indonesia diharapkan mampu menambah kekayaan khazanah bahasa Indonesia.

d.    Alat perhubungan antarbudaya antardaerah.
Latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda-beda berpotensi untuk menghambat perhubungan antarbudaya antardaerah. Tetapi, dengan bahasa Indonesia, etnis yang satu bisa berhubungan dengan etnis yang lain sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman. Bayangkan saja apabila kita ingin berkomunikasi dengan seseorang yang berasal dari suku lain yang berlatar belakang bahasa berbeda. Kita tidak dapat bertukar pikiran dan saling memberi informasi dengan bahasa Indonesia kita dapat saling berhubungan untuk segala aspek kehidupan.
Kenyataan ini membuat adanya peningkatan dalam penyebarluasan pemakaian bahasa Indonesia dalam fungsinya sebagai alat perhubungan antarbudaya antardaerah. Semuanya terjadi karena bertambah baiknya sarana perhubungan, bertambah luasnya pemakaian alat perhubungan umum, bertambah banyaknya jumlah perkawinan antarsuku, dan semakin banyaknya interaksi sosial antarbudaya antardaerah.

2)    Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara/Resmi
Undang-Undang Dasar RI 1945 Bab XV (Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan) Pasal 36 menyatakan bahwa ”Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”.
Maksud di sini adalah segala bentuk kegiatan dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara dilakukan dalam bahasa Indonesia. Berikut ini adalah fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara:
    1. Bahasa resmi kenegaraan
Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi mengukuhkan bahwa bahasa Indonesia bukan saja dipakai sebagai alat komunikasi antar-rakyat, tetapi juga dipakai sebagai alat komunikasi resmi pemerintahan dan kegiatan resmi lainnya serta bahasa hukum negara.
Contohnya : Undang-Undang Dasar 1945, undang-undang, surat-menyurat antarinstansi pemerintahan, penataran para pegawai pemerintahan, seminar masalah pembangunan nasional, dan surat dari karyawan ke instansi pemerintah, pidato kenegaraan presiden Republik Indonesia, rapat-rapat majelis, dan lainnya.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bahasa Indonesia cenderung digunakan secara baik ketika kita berbicara dalam situasi resmi.
b.    Bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan
Bahasa Indonesia berfungsi pula sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan, mulai dari lembaga pendidikan terendah (taman kanak-kanak) sampai dengan lembaga pendidikan tertinggi (perguruan tinggi) di seluruh Indonesia, kecuali daerah-daerah yang mayoritas masih menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa ibu. Di daerah ini, bahasa daerah boleh dipakai sebagai bahasa pengantar di dunia pendidikan tingkat sekolah dasar sampai dengan tahun ketiga (kelas tiga). Setelah itu, harus menggunakan bahasa Indonesia.
c.    Bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan pembangunan serta pemerintah, dan
Bahasa Indonesia berfungsi sebagai petunjuk di dalam perhubungan nasional. Di bidang transportasi, baik darat, laut dan udara yang dilakukan pada tingkat nasional, semua petunjuk dan lain sebagainya memakai bahasa Indonesia. Hal ini dikarenakan bahasa Indonesia yang kita pakai telah memenuhi syarat sebagai bahasa di dalam perhubungan. Hampir semua bahasa asing di bidang ini memiliki padanan katanya di dalam bahasa Indonesia. Sehingga dapat memudahkan setiap orang Indonesia untuk berpergian ke tempat lain. Pada akhirnya, kelancaran di dalam perhubungan akan bermuara pada kepentingan perencanaan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.
d.    Bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi
Bahasa Indonesia dipakai di dalam segala aktivitas yang berkaitan dengan pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam lingkungan akademisi, contohnya adalah buku, penulisan ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, dan laporan penelitian. Di dalam lingkungan yang lebih luas lagi kita dapat mengambil contoh seperti, software, hardware, petunjuk barang elektronik, dan petunjuk-petunjuk lainnya. Walaupun barang-barang tersebut adalah hasil impor, tetapi ketika sampai di tangan konsumen Indonesia, bahasa yang digunakan pada semua barang itu adalah bahasa Indonesia.
Dengan demikian, masyarakat Indonesia tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada bahasa-bahasa asing dalam usaha mengikuti perkembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Memperingati Bulan Bahasa yang jatuh setiap bulan Oktober, maka kita seyogianya bersungguh-sungguh mempelajari dan mengembangkan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah-kaidahnya serta menjunjung tinggi kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia, seperti yang telah ditegaskan di dalam Sumpah Pemuda 1928 dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945.

Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia , Bahasa juga merupakan alat ekspresi diri sekaligus pula merupakan alat untuk menunjukkan identitas diri. Melalui bahasa, kita dapat menunjukkan sudut pandang kita, pemahaman kita atas suatu hal, asal usul bangsa dan negara kita, pendidikan kita, bahkan sifat kita. Bahasa menjadi cermin diri kita, baik sebagai bangsa maupun sebagai diri sendiri. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.
Cara berbahasa tertentu selain berfungsi sebagai alat komunikasi, berfungsi pula sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial. Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita hadapi. Kita akan menggunakan bahasa yang berbeda pada orang yang berbeda. Kita akan menggunakan bahasa yang nonstandar di lingkungan teman-teman dan menggunakan bahasa standar pada orang tua atau orang yang kita hormati.
Pada saat kita menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi, kita sudah memiliki tujuan tertentu. Kita ingin dipahami oleh orang lain. Kita ingin menyampaikan gagasan yang dapat diterima oleh orang lain. Kita ingin membuat orang lain yakin terhadap pandangan kita. Kita ingin mempengaruhi orang lain. Lebih jauh lagi, kita ingin orang lain membeli hasil pemikiran kita. Jadi, dalam hal ini pembaca atau pendengar atau khalayak sasaran menjadi perhatian utama kita. Kita menggunakan bahasa dengan memperhatikan kepentingan dan kebutuhan khalayak sasaran kita.
Bangsa Indonesia memiliki bahasa yang disebut bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi tersebut. Bahasa Indonesia dikenal sebagai bahasa melayu yang dimodifikasi lalu dicampur dengan bahasa-bahasa serapan dari berbagai daerah dan dari bahasa asing yang kemudian dibakukan. Sedangkan bahasa melayu sendiri berakar dari bahasa Austronesia yang muncul sekitar 6.000-10.000 tahun lalu. Bahasa Indonesia diresmikan menjadi bahasa negara dan menjadi bahasa persatuan dari sekian ratus bahasa daerah pada tanggal 28 Oktober 1928.
Sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia mempunyai berbagai fungsi, yaitu sebagai bahasa resmi negara, bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan, alat perhubungan pada tingkat nasional bagi kepentingan menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan, dan alat pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, seni, serta teknologi modern. Fungsi-fungsi ini tentu saja harus dijalankan secara tepat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


BAB IV
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Dari pembahasan pada BAB III, dapat disimpulkan bahwa, fungsi dan peranan bahasa Indonesia dalam berbangsa dan bernegara sanagtlah penting, mengingat bahwa bahasa Indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa. Karena bahasa Indonesia mengandung fungsi sebagai lambang kebanggaan nasional, lambang identitas nasional, alat pemersatu berbagai-bagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial budaya dan bahasanya, dan alat perhubungan antarbudaya antardaerah. Disamping itu, bahasa Indonesia juga memiliki kedudukan dan fungsi sebagai bahasa Negara atau bahasa resmi. Adapun macam-macam bahasa Indonesia sebaagi bahasa resmi seperti, bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan, bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan pembangunan serta pemerintah, dan dilakukan oleh pemerintah serta bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kita sebagai warga Negara Indonesia wajib mengenal dan mempelajari bahasa Indonesia, karena dengan cara itu kita bisa melestarikan bahasa kita sendiri.

A.   Saran
Dalam penulisan makalah ini masih terdapat beberapa kekurangan dan kesalahan, baik dari segi penulisan maupun dari segi penyusunan kalimatnya dan dari segi isi juga masih perlu ditambahkan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kepada para pembaca makalah ini agar dapat memberikan kritikan dan masukan yang bersifat membangun.


DAFTAR PUSTAKA

http://blogkublogku.blogspot.com/2009/09/fungsi-bahasa-sebagai-alat-komunikasi.html
http://berpikirdatar.blogspot.com/2010/11/kedudukan-dan-fungsi-bahasa-indonesia.htm

ttp://community.gunadarma.ac.id/user/blogs/view/name_pinkers/id_10943/title_peranan-bahasa-indonesia-dalam-kehidupan/berpikirdatar

http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_10579/title_peranan-bahasa-indonesia/

dila.14 (^_^/:)

Postingan populer dari blog ini

Bahasa Daerah nya Aku Sayang Kamu

Tanggal Sebelas Oktober Duaribuduabelas

Secuil Karier Afgan Syah Reza